Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016
Gambar
. Geologi DAS Jeneberang DAS Je’neberang berada di lengan Selatn Pulau Sulawesi tepatnya di lereng barat dari pegunungan Lompobattang, sebuah pegunungan api (vulkan) tife strato yang sudah istirahat, vulkan tife strato memiliki struktur batuan yag relatif tidak kompak. Pada bagian puncak vulkan yang besar ini mempunyai sisa kawah yang masih dapat dikenal (Bemmelen, 1968). Gunung api ini lahir dan aktif di zaman terstier tengah pada kurung miosen 25 mega tahun yang lalu. Adapun bberapa puncak-puncak pegunungan dari vulkan Lompobattang yaitu puncak Bawakaraeng (2.830 m dpl) dan Puncak Bantaeng (2.830 mdpl) Berdasarkan peta Geologi Skala 1 : 250.000 dan peta Geologi Kabupaten Gowa bahwa keadaan geologi yang terdapat di DAS Je’neberang ini yaitu:   Tabel  Kondisi Geologi DAS  J e'neberang No Geologi Kode Luas % 1 Pusat Erupsi Gunungapi Lompobattang Qlv-c 44,71 0,04 2 Batuan ...

Geologi Regional Lembar Ujung Pandang

Gambar
   GEOLOGI REGIONAL Bentuk morfologi yang menonjol  di daerah ini adalah kerucut gunungapi Lompobattang yang menjulang mencapai ketringgian 2876 meter di atas permukaan Laut. Kerucut gunungapi Lompobattang ini dari kejauhan masih memperlihatkan bentuka aslinya dan tersusun oleh batuan gunungapi berumur Pliosen.             Dua bentuk kerucut tererosi lebih sempit sebarannya terdapat disebelah  Barat dan disebelah Utara gunung Lompobattang. Disebelah Barat terdapat gunung Baturape mencapai ketinggian 1124 meter, dan disebelah Utara terdapat gunung Cindako, mencapai ketinggian 1500 meter. Kedua bentuk kerucut tererosi ini disusun oleh batuan gunungapi berumur Pliosen.             Dibagian Utara terdapat dua daerah yang dicirikan oleh topografi karst yang dibentuk oleh batugamping formasi Tonasa. Kedua daerah bertopografi Karst ini dipisahkan oleh pegun...

Sulawesi Selatan Bisa Kembali Berpotensi Terkena Fenomena La Nina

Gambar
Setelah El Nino melanda Indonesia khusus di wilayah  Sulawesi Selatan , daerah ini kembali terancam dikena dampak fenomena  La Nina . La Nina merupakan fenomena alam yang menimbulkan fase musim kemarau tidak terlalu kering jika dibandingkan pada musim kemarau tahun lalu. Dampak fenomena  La Nina  akan terjadi peningkatan masa udara, sehingga peluang curah hujan tinggj yang masih menjadi fase musim kemarau. Prakirawan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Paotere  Makassar , Hamzah Hanafi mengatakan, fenonema alam ini bisa saja terjadi setelah fenomena El Nino melanda wilayah Ini. "Dimungkinkan setelah terjadi El Nino ada  La Nina , tapi saat ini belum terlihat. Tapi jika ada biasa terjadi beberapa bulan mendatang. Yang pastinya kami akan pantau terus,"kata Hamzah kepada Tribun. Menurutnya gejala Fenomena  La Nina  dapat meningkatkan intensitas curah hujan lebat, dan peluan musim kemarau tidak terlalu kering seperti ...

La Nina Akan Datang Juni hingga September 2016

Gambar
Sejumlah lembaga prakiraan cuaca di beberapa negara memprediksi fenomena La Nina akan datang lebih cepat pada tahun ini. Bahkan, Biro Meteorologi Australia menyatakan perubahan terkini terlihat di wilayah tropis Samudera Pasifik. Jika dikombinasikan dengan prediksi model yang iklim pandangan saat ini, menunjukkan kemungkinan La Nina pada tahun 2016 telah meningkat menjadi sekitar 50 persen. Seperti diketahui, La Nina, yang sering mengikuti fenomena El Nino, terjadi ketika angin timur menguat dan terjadi pendinginan air di tengah dan timur Samudera Pasifik. Biasanya kondisi ini membawa cuaca kering di beberapa negara bagian Amerika Serikat (AS) dan Amerika selatan. Sebaliknya, hal itu dapat membawa kondisi basah dari normal untuk sebagian besar wilayah Australia, Papua Nugini, Indonesia, dan Amerika Tengah, sekaligus meningkatkan kemungkinan siklon tropis di Kepulauan Pasifik. Secara historis La Nina telah menimbulkan risiko yang signifikan bagi produksi jagung, kedelai, gandum, gu...

kontur Goes to Stasion Nol Festival 2016

Gambar
Universitas Negeri Makassar (UNM) mengikuti Kontes Peta Gua dan Lomba Polygon Tertutup, di event Stasiun Nol Festival 23-25 September 2016 di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB). Lomba yang diikuti terdiri dari 2 kategori, yaitu Kontes Peta Gua dengan Kartografer (Penggambar Peta) Nur Ikhsan, Muh. Irfan dan Muh. Faisal Juanda serta Lomba Polygon Tertutup dengan Tim Survey Awaluddin, Wahyu Saputra, Muh. Irfan dan Ria Anggriani. Disaat itu KONTUR Geografi sertakan tiga peta yakni Peta Dasar Gua Sammani, Peta tiga dimensi Gua Sariva dan Peta Morfometri, Biospeologi, Speleothem dan Hidrologi Gua Salowejang. Ketiga peta tersebut terletak di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) Sejumlah aktivitas warnai kontes tersebut seperti, Kontes Peta Gua, Pameran Peta Gua Internasional, Sesi Kritik Gua, Seminar dan Workshop Internasional Pemetaan Gua, Lomba Polygon Tertutup dan presentasi La...

KONTUR GEO melakukan konservasi mangrove

Gambar
KONTUR Geografi Universitas Negeri Makassar melaksanakan kegiatan penanaman Mangrove pada hari Sabtu, 17 September 2016, di Desa Garassikang,  Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto. kegiatan ini didasari oleh permasalahan yang terdapat di Desa Garassikang, yaitu kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mangrove. Menurut warga sekitar, dulu mangrove tumbuh sangat subur dan banyak di daerah ini, namun untuk perluasan tambak, warga menebangnya, beberapa tahun kemudian tambak rusak akibat abrasi air laut. Penanaman mangrove dilakukan dengan metode penanaman secara langsung tanpa melalui pembibitan, terdapat sekitar 2000 buah tunas mangrove yang ditanam, tunas tersebut disediakan oleh bapak Ronald, S.Si selaku pendiri KONTUR yang juga merupakan  warga setempat "harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti disini, tapi terus di kontrol hingga mangrovenya benar-benar tumbuh dengan baik" imbuh salah seorang warga. Panglima/Ketua Umum KONTUR Geografi mengungkapk...